Tags

_DSC0314

Heheh..

Saya lulus Fulbright.

Setelah lulus tahun 2011, bergerilya mencari beasiswa dan kampus di seluruh dunia.

Pertama dari Eropa (karena banyak teman disana), kemudian ke Australia, lalu ke Jepang.

Gagal. Gak lolos, ada yang universitasnya dapat, beasiswanya enggak. ada aja waktu itu. Satu demi satu teman lab pergi belajar, meninggalkan saya sendirian di Indonesia, he lebai deng sebenarnya ga segitunya masi ada teman lain yang memang sekolah disini.

Tujuan saya mau sekolah lagi, entah apa sudah lupa. Pokoknya saya punya mindset mau belajar Master di Luar negeri. Saya mau belajar ilmu saya, neuroscience. titik, itu doa saya selama kurang lebih dua tahun. Ya alhamdulilah, rejeki datang tak disangka-sangka. Berharap ke Eropa, dapat ke Amerika. Alhamdulilah.. Maka berdoalah kawan, terutama yang ingin beasiswa. Jangan lupa doanya yang spesifik, insyaAllah dikabulkan atau diganti yang lebih baik.

Awal saya mendapat email dari AMINEF, lembaga binasional yang mengelola beasiswa ini di Indonesia, saya masih setengah gak percaya. Haha setelah ada panggilan interview pun, saya masih seperti di awang-awang. Apalagi dengan hasil wawancara yang tidak terlalu meyakinkan.. saya tidak yakin.

Selang waktu kemudian, saya diemail kembali oleh AMINEF menyatakan bahwa saya telah termasuk dalam list penerima beasiswa. Wah, barulah itu berasa nyatanya.

di post mendatang mungkin saya akan mempublish tahapan wawancara dan study objective. Sudah banyak yang buat sih, but siapa tahu pengalaman saya bisa jadi pembelajaran atau malah mengantar Fulbrighter baru.. yang pasti semoga bisa bermanfaat. Amin..

Advertisements