Tahapan selanjutnya bagi para Fulbrighters adalah tes TOEFL dan GRE.

Mudahnya, GRE adalah standarisasi tes masuk universitas bagi seluruh student yang ingin melanjutkan studi di Amerika. Seperti UAN di Indonesia tapi untuk level graduate. Seluruh mahasiswa baik mahasiswa Amerika maupun mahasiswa internasional wajib mengambil tes ini bila ingin melanjutkan studi Master/Doktoral di Amerika. Tes ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu Analytical, Verbal and Quantitative test. Sungguh, bagi mereka yang sudah lulus interview dalam bahasa Inggris, Toelf mungkin tak akan menjadi hambatan. GRE inilah yang akan menjadi tantangan, paling tidak untuk saya sendiri.

Tes GRE ini akan dilaksanakan di Menara Imperium di kuningan, lama tesnya sekitar 4 jam termasuk waktu menunggu. Untuk pendaftarannya saya kurang tahu karena staff AMINEF yang baik hati telah mengurusnya.

Susunan tes GRE adalah analytical test (1 jam), lalu akan 2 tes verbal dan 2 tes quantitative serta akan dimasukkan 1 tes yang tidak dinilai, bisa verbal bisa quantitative, tes ini adalah mock test untuk feedback dari ETS sang penyelenggara GRE. Total tesnya ada 5 set tests (plus 1 mock test) dan dilaksanakan selama kurang lebih 4 jam. Ada break setelah Analytical test lalu break setelah 1 test verbal+ 1 test quantitative.

1. Analytical test

tes GRE ini dimulai dengan tes writing mengenai dua topik, waktunya kurang lebih 1 jam untuk semua writingnya.

====

The Analytical Writing section:

This section measures your critical thinking and analytical writing skills, specifically the ability to articulate complex ideas clearly and effectively. You will be asked to provide focused responses to the tasks presented to effectively demonstrate your skill in directly responding to that task. Here’s what you should know:

  • You have 2 separately timed essays to write, one where you express your views on a critical issue and one where you evaluate a logical argument.
  • For each essay task, you are given a topic and specific directions for responding to that topic.
  • Your responses will be evaluated on whether you can integrate critical thinking and analytical writing by fully addressing the tasks you’re presented.

Note: For more information about what’s in this section and to see sample questions, visit ets.org/gre. > notes please buka karena kalau tidak salah ada list topik yang bisa digunakan untuk berlatih

2. Quantitative test

Tes ini layaknya tes matematika dalam bahasa Inggris. Tak ubahnya seperti tes matematika, yang penting untuk saya waktu itu adalah bagaimana memahami problemnya karena mungkin kita bisa mengerjakanya dalam bahasa Indonesia tapi dalam bahasa Inggris akan menjadi tantangan tersendiri. Tapi angka tetap angka, paling tidak itulah up side nya.

===

The Quantitative Reasoning section:

The Quantitative Reasoning section measures how well you interpret and analyze quantitative information. You’ll need to have an understanding of basic math concepts (arithmetic, algebra, geometry and data analysis). And there’s an increased emphasis on data interpretation and real-life scenarios. In this section, you may use the on-screen calculator.* Here’s what you should know:

  • Multiple-choice Questions — Select One Answer
    These questions are multiple-choice questions that ask you to select only one answer choice from a list of five choices.
  • Multiple-choice Questions — Select One or More Answer Choices
    These questions are multiple-choice questions that ask you to select one or more answer choices from a list of choices. A question may or may not specify the number of choices to select.
  • Numeric Entry questions require you to enter your answer in a box instead of selecting an answer from a list.
  • Quantitative Comparison questions ask you to compare two quantities and then choose the statement from a list that most accurately describes the comparison.
  • An on-screen calculator is provided to reduce the emphasis on computation, putting more focus on your quantitative reasoning skills.*

*For those taking the paper-based GRE revised General Test, calculators will be provided at the test center for use during the test.

3. Verbal test

Inilah tes yang paling sulit menurut saya, meski saya cukup mengerti bahasa Inggris dengan skor IELTS 7.5, sungguh IELTS tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan tes Verbal GRE. Yang menyulitkan adalah vocabularynya yang sangat banyak dan tidak umum. Serta vocabulary bukan hal yang bisa dihapalkan dalam waktu singkat.

ada banyak webiste yang menawarkan latihan verbal ini. Magoosh menawarkan flashcard untuk berlatih :  Magoosh flashcard serta juga Aops di android maupun iOs yang bisa dipakai untuk

Namun overall, ada software dari ETS yang menyediakan tes GRE yang saya pikir cukup merepresentasikan tes GRE (dan skornya). Bisa didownload dan dicoba sebelum tes untuk memfamiliarkan diri dengan tes GRE GRE test prept

Untuk buku, saya merasa terbantu dengan buku GRE princeton review. Tes asli GRE lebih susah dari buku itu tapi lumayan lah buat latihan. Barrons is ok, tapi barrons lebih mudah lagi levelnya dibandingkan Princeton. Kaplan juga lumayan bagus. Tapi saya rekomendasi princeton sih. Dan latihan soal dengan software yang diberikan ETS diatas.

Strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan nilai juga bermacam-macam. Strategi satu teman saya adalah fokus ke math karena verbal membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dilatih sementara math well.. still math. Selama sudah lulus s1 insyaallah bisa. Tapi ada juga yang fokus dua-duanya. Manajemen waktu juga penting. Untuk tes selama 3 jam, tentu akan menguras pikiran dan tenaga, jika sudah lelah, kita lebih mungkin melakukan kesalahan fatal.

Khusus untuk yang mengambil GRE di menara kuningan, tempatnya dingin sekali. Kalau tidak salah, dibolehkan membawa jaket, jadi siapkan jaket casual. Kalau untuk saya pribadi, jika kondisi ruangan terlalu dingin, maka saya menjadi lebih sulit untuk fokus pada pengerjaan soal. Tips kedua, batasi minum, karena kesempatan untuk ke toilet terbatas. Haha ini random banget.

Good luck

Advertisements