Tags

, , ,

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka menciptakan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’

Ali Imran 191

Tak ada yang sia-sia.

Skenario Allah lah yang terbaik, insyaAllah.

Dulu seorang teman pernah berkata: ‘ Kamu punya pensil untuk menulis rencana hidupmu, tapi Tuhan punya penghapus dan pulpen untuk menulis kembali rencanamu’

Dan rencana Allah adalah rencana terbaik, maka berbaik sangkalah padaNya karena Allah yang mengetahui segalanya. Manusia sepertiku ini pengetahuannya terbatas.

Oh ya, ngomong-ngomong. Sekarang aku sedang melakukan tugas Speech perception. Subhanallah, apa yang kulakukan? merekam suaraku dalam beberapa phonem berbeda. Layaknya sedang mengajar phonem di kelas di EF. Benar kan, rencanaNya lah aku masuk EF. Karena Allah tahu aku akan membutuhkannya, alhamdulilah. Nikmat yang mana yang kau dustakan, ulfa…

Padahal dulu waktu pertama masuk EF aku bingung sekali, galau, ga yakin, eh ternyata alhamdulilah banyak manfaatnya.

Setiap orang yang kutemui dalam hidup ini, baik atau buruk, semuanya memberikan pelajaran yang bisa kuambil. Dari orang yang baik aku terinspirasi untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Dari yang kurang baik, aku belajar untuk tidak mengulangi kesalahanya. Baik buruknya orang dalam hidup, Allah telah mengizinkan mereka untuk masuk, Allah tidak pernah menginginkan keburukan terjadi dalam hidup hambaNya, selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Akupun belajar, ketika orang yang kusukai diambil (not dead, just taken away, being far, fight like crazy with me) itu mekanismenya untuk menjauhkanku dari hal yang buruk. Untuk kemudian mempertemukanku dengan orang yang lebih baik, insyaAllah.

Maka jika hidup adalah sebuah film, maka sutradaranya adalah Allah, kitalah pemerannya dengan banyak pemeran lain di dalam film hidup masing-masing.

Jika hidup adalah novel, maka Allahlah novelisnya, yang memberi plot, twist dan mengarahkan hidup ke tiap lembar halaman baru yang kadang kita ketahui kadang tidak.

Ya rabbi, aku pasrahkan hidupku padaMu, karena engkaulah yang paling tahu yang terbaik untukku, InsyaAllah. Dan karena menjadi muslim yang arti katanya adalah berserah diri pada Allah, literally.

Nothing is wasted.

Advertisements