Kadangkala ketika sedang berada dalam keterpurukan, tidak ada hal positif yang bisa dilihat. Seperti saat ini, saya baru lulus S2, belum bekerja, belum mendapat kepastian PhD, belum menikah dan blablabla. Belum sukses kalau menurut standar orang pada umumnya. Namun kembali lagi, standar sukses dan bahagia itu apa? Untuk saya sukses dan bahagia itu mungkin berbeda dengan orang lain. Sukses untuk saya adalah bisa berbakti dan mengurus orang tua, beribadah dengan baik pada Allah (eh kebalik ya), bisa hidup di Jepang, punya keluarga sakinah, kerja sebagai UXD di google (tetep), travelling dan dapat income yang cukup untuk mengakomodir itu semua. 

Tapi, dalam keadaan kosong sekarang, saya merasa gagal dan tidak berguna. Kerja belum, entahlah saya merasa saya tidak berdaya. Tidak punya kelebihan apa-apa.

Semalam saya berbincang dengan seorang teman lama yang  berbagi mimpinya. Dia jg bercerita tentang teman-teman lamanya dan dari ceritanya, saya sungguh bersyukur bahwa saya telah mendapat kesempatan mengejar mimpi sekolah lagi, sudah lulus master, bisa punya kebebasan untuk memilih masa depan, bisa bahasa inggris, dan banyak lagi. 

Ketika melihat orang lain, kadang ada rasa kalah, tertinggal. Tapi ya tak apa-apa, bismillah saja semoga bisa menjadi lebih baik. Tetap bersyukur dengan apa yang ada sambil struggle untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik. 
Wallahualam,

Narita, 8/5/2015

Advertisements